22 Oktober 2015
Rapat internal salah
satu divisi yang ada di Forum Pascasarjana sedang berlangsung. Ada beberapa pembicaraan berat yang perdebatkan,
namun saya tetap saja fokus di depan
laptop kecil ini. Maaf, saya kurang memperhatikan pembicaraannya.
Senja sudah mulai
menyapa, sebentar lagi rapat ini akan berkhir. Ya, biasanya di akhir rapat,
baru saya memperhatikan secara seksama kesimpulan yang mereka bicarakan.
“Sekian rapat internal
kali ini….”
“Terima kasih atas
kehadiran teman2 anggota divsi “……””
“Wassalam…..” Kata
kadivnya..
Mereka pun bersiap
balik ke kosan masing-masing..
Namun saya masih stay di sini, di secret forsca untuk menyelesaikan
cerita yang mungkin akhirnya tak tahu seperti apa.
Selamat tinggal senja,
& selamat datang malam yang membawa bintang di langit Jawa.
Waktu tak terasa
begitu cepat berlalu, seakan 24 jam itu tak cukup menyelesaikan semua pekerjaan
ini.
Ya, melelahkan memang,
namun menyenangkan.
20.15 Wib… Sepetinya
saya harus segera pulang.. Pulang ke Ciampea,
Hahaaa, orang seperti
saya , mungkin awal mendengar kata itu agak sedikit menggelitik, “lucu, sedikit
aneh, namun unik”… Ciampea itu nama sebuah desa tempat tinggalku selama kuliah
disini.
Teringat akan
seseorang yang selalu mengejek dengan
kata itu (ciampea), ejek untuk menghibur sebenarnya.
Rindu dengan ejekan
dia… Aneh ya, rindunya kok seperti itu.
Tapi ya, itu dulu…
sekarang dia punya ejekan yang baru… Dia memang kreatif klo nge_bully orang..
Sampai sekarang, masih
sering senyum-senyum sendiri klo sebut kata itu,
Padahal sudah lebih 1
tahun disini…
Sampai-sampai klo ada
yang bertanya, kamu tinggal dimana, ya saya bilang “di Cibanteng mas” haha…
maaf ciampea, bukan
berarti melupakan mu, namun saya belum terbiasa menyebutmu di depan orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar